Pada bulan Agustus s/d Oktober 2021 diadakan asesmen kompetesi terhadap perawat dalam rangka meningkatkan kompetasi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan ke pasien. Asesmen ini di ikuti oleh 62 Perawat klinik level 2 yang dilaksanakan oleh 6 Tim asesor RS UNHAS. Dari hasil kegiatan tersebut semua peserta dinyatakan kompeten dan diberikan sertifikat asesmen kompetensi yang ditandatangani oleh Direktur Utama RS UNHAS.

Kegiatan asesmen dilakukan kepada petugas pemberi layanan yang sudah bekerja dengan menggunakan sistem Workplace Assessment (WPA) aspek Knowledge, skill, ability dan sikap. WPA adalah uji kompetensi yang dilaksanakan bagi yang sudah bekerja atau yang ingin melakukan uji ulang sesuai bidang keahlian keperawatan yang dimiliki dan tingkat jenjang karirnya. Kompeten didefinisikan seseorang dalam menunjukkan tugasnya dilakukan dengan benar dan terampil meliputi aspek knowledge, skill, ability dan sikap.

Asesmen ini dilaksanakan oleh Bidang Keperawatan untuk mengukur dan memastikan kompetensi individu yang bekerja di seluruh area rumah sakit. Ini merupakan hal yang penting dilaksanakan untuk menggambarkan kemampuan organisasi untuk memenuhi kebutuhan keselamatan pasien serta mutu pelayanan secara umum. Untuk menjamin hal tersebut diperlukan standar kompetensi bagi petugas yang memberikan pelayanan kepada pasien.  Dengan adanya asesmen kompetensi sebuah profesi dapat mengidentifikasi area-area pengembangan profesional dan kebutuhan-kebutuhan pendidikan berkelanjutan serta meyakinkan kompetensi perawat merupakan yang terbaik dalam asuhan pasien tentang sikap dan praktiknya.

Asesmen yang dilakukan mempunyai tujuan untuk :

  1. Rekognisi kompetensi terkini dari perawat dan bidan
  2. Rekognisi pembelajaran sebelumnya dari perawat dan bidan
  3. Determinasi pencapaian dalam proses belajar
  4. Sertifikasi pencapaian belajar
  5. Menilai gap perawat dan bidan untuk tujuan pelatihan
  6. Mengukur kinerja perawat dan bidan
  7. Klasifikasi tenaga dalam kemajuan karirnya
  8. Memenuhi persyaratan tempat kerja

Hasil proses asesmen tersebut, kemudian dibuatkan surat pengusulan beserta dokumen asesmen kompetensi oleh Bidang Keperawatan ke Komite Keperawatan untuk dilakukan kredensial, setelah proses kredensial perawat mendapatkan Rekomendasi Kewenangan Klinik (RKK) dan Surat Penugasan Klinik (SPK) kemudian Bidang Keperawatan menempatkan perawat sesuai dengan levelnya. Selanjutnya Bidang Keperawatan melakukan monitoring tentang asuhan keperawatan, penerapan etik dan disiplin profesi dan supervisi klinis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *