Sejarah Rumah Sakit Unhas Makassar

Rumah Sakit Universitas Hasanuddin adalah sebuah rumah sakit yang terletak di Makassar-Sulawesi Selatan, sebuah rumah sakit dibawah Kementerian Riset, Teknologi Dan Pendidikan Tinggi. Secara historis Rumah Sakit Universitas Hasanuddin, tidak terlepas dari sejarah Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin karena merupakan dua instansi yang saling mengisi satu sama lain.

Pada tanggal 28 Januari 1956, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Mr. R. Soewandi meresmikan Fakultas Kedokteran Makassar yang merupakan cikal bakal dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, seiring dengan diresmikannya tanggal 10 September 1956. Untuk itu, dalam menghasilkan tenaga dokter yang profesional maka harus memiliki rumah sakit sebagai pendukung utama. Dalam perjalanannya, maka sejarah telah mencatat bahwa Pendidikan Kedokteran di Makassar cukup unik. Penyebabnya adalah sejak berdirinya Fakultas Kedokteran di Makassar, semua rumah sakit baik rumah sakit pemerintah pusat, rumah sakit pemerintah daerah, maupun rumah sakit swasta pernah dijadikan sebagai rumah sakit pendidikan. Salah satu contoh rumah sakit yang dijadikan sebagai rumah sakit pendidikan adalah Rumah Sakit Dadi yang bertempat di Jalan Lanto Daeng Pasewang Makassar. Tetapi karena jarak antara kampus Universitas Hasanuddin Tamalanrea dengan RS Dadi, sehingga menyulitkan mahasiswa dalam praktik. Pada masa Prof. Dr. Basri Hasanuddin, MA sebagai Rektor Universitas Hasanuddin dan Prof. Dr. Ahmad Amiruddin sebagai Gubernur Sulawesi Selatan segera mengajukan permohonan dana ke pemerintah pusat, Universitas Hasanuddin pun bersedia menghibahkan sebagian tanahnya. Maka tahun 1995 dibangunlah Rumah Sakit Wahidin Sudirohusudo di pintu II kampus Universitas Hasanuddin, Tamalanrea oleh Departemen Kesehatan RI.

Secara geografis Rumah Sakit Universitas Hasanuddin yang berdampingan dengan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo didirikan dengan alasan efisiensi penggunaan sarana, efisiensi pemanfaatan SDM dan Rencana Pengembangan Academic Health Center. Guna menghindari duplikasi pelayanan RS Unhas mengembangkan pelayanan unggulan sesuai dengan Memorandum of Understanding (MOU) RS Dr Wahidin Sudirohusodo ( RSWS) yaitu Eye Center, Trauma Center, Cancer Centre, Fertility Endocrine Center dan Neurointervention Center.

Masa Perjuangan

Rumah Sakit Pendidikan Unhas dibangun oleh direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti) yang ke 4 di Indonesia setelah UI, UGM dan Undip. Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin adalah merupakan sarana pendidikan kedokteran dalam melakukan penelitian dan pelayanan jasa kepada masyarakat sebagai aplikasi dalam Tri Darma perguruan tinggi dan rumah sakit pendidikan ini tidak akan terjadi duplikasi pelayanan dengan Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo. Rumah Sakit Universitas Hasanuddin nantinya tidak akan menyediakan layanan yang sudah tersedia di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo. Artinya yang tidak dimiliki Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo akan dimiliki oleh Rumah Sakit Universitas Hasanuddin dan begitu sebaliknya akan saling melengkapi, saling menunjang dan menguatkan. Misalnya saja di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo tidak memiliki pusat penanganan penyakit Stroke (Stroke Center) sehingga akan dibuat fasilitas tersebut di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin

Berikut proses pengembangan Rumah Sakit Universitas Hasanuddin dari tahun ke tahun, Pada tanggal 15 September 2008, rektor Unhas Prof Dr.dr.Idrus A.Paturusi telah meletakkan batu pertama pembangun rumah sakit berlantai enam di samping kiri jalan masuk pintu II Unhas.


Opening

Masa Perintisan

Secara struktural Rumah Sakit Universitas Hasanuddin dibawah Universitas Hasanuddin yang dibawahi langsung oleh Departemen Pendidikan Nasional berbeda dengan Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo yang secara struktur dibawahi langsung oleh Departemen Kesehatan (Depkes)

Pada 15 Februari 2010 diresmikan oleh menteri Pendidikan Nasional prof.Dr.ir.h.Mohammad Nuh, DEA. Dibawa pimpinan Prof.DR.dr. Syamsu,Sp.PD.,KAI sebagai Direktur Utama. Tujuan didirikannya adalah untuk mengintegrasikan Pendidikan, Penelitian dan pemeliharaan kesehatan yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Setelah diresmikan pada 15 Februari 2010, selanjutnya Direktur utama dibantu oleh 4 orang direktur yang mengelola direktorat Pelayanan medik dan keperawatan, direktorat sarana penunjang dan kerjasama, direktorat pendidikan, pelatihan dan penelitian serta direktorat Administrasi Umum, SDM dan Keuangan. Masing masing direktorat dibantu 2-3 kepala bidang. Pelayanan dijalankan di lantai 1 Gedung A.

Rumah Sakit Unhas dioperasikan pada akhir September 2010 di Gedung A, dengan melayani pasien one day surgery, hal ini disesuaikan dengan fasilitas yang tersedia. Sebelumnya telah diadakan charity (11 kasus , terdiri atas 2 kasus Bedah Saraf, 9 kasus Orthopedy) yang bertujuan untuk mengembangkan fungsi pengabdian masyarakat Unhas serta untuk memperkenalkan pelayanan RS Unhas kepada masyarakat.

Dari segi financial plan, pada tahun 2010 BOR dan LOS belum ada karena masih melayani One Day Care. Sedangkan pada tahun 2011 kesediaan tempat tidur hanya 32 TT yang terdiri dari VIP( 2TT), Kelas I (2TT), Kelas II (4TT), kelas III (6TT), UGD (16TT).

Dalam menjalankan operasionalisasinya, RS Unhas banyak bekerja sama dengan RS Wahidin Sudirohusodo dalam hal penggunaan layanan yang belum dimiliki oleh RS Unhas seperti Instalasi Gizi dan Laundry, Layanan Laboratorium serta sebagai tempat magang beberapa tenaga professional.

Dalam rangka perkembangan wilayah kampus Unhas Tamalanrea akan dikembangkan menjadi Academic Health Centre di Indonesia bagian Timur. Rumah Sakit Universitas Hasanuddin akan dikembangkan sebagai rumah sakit yang environmental friendly, energy saving serta mengembangkan teknologi informasi yang canggih dalam menjalankan pelayananannya. Pelayanan kesehatan yang dilayani di rumah sakit ini antara lain dekteksi dini penyakit melalui penggunaan teknologi canggih (Hi-Tech) seperti penggunaan Biomolekuler serta pengembangan teknologi modern dan pengembangan pusat-pusat layanan yang tidak dikembangkan oleh rumah sakit yang ada di Sul-Sel.

Berikut proses pengembangan Rumah Sakit Universitas Hasanuddin dari tahun ke tahun, Pada tanggal 15 September 2008, rektor Unhas Prof Dr.dr.Idrus A.Paturusi telah meletakkan batu pertama pembangun rumah sakit berlantai enam di samping kiri jalan masuk pintu II Unhas.


Opening

Masa Pengembangan

A. Periode Prof.Dr.dr.Syamsu,Sp.PD.,KAI (2010- Oktober 2014)

Prof. Dr. dr. Syamsu, Sp. PD., KAI selaku direktur utama Rumah Sakit Unhas yang pertama. Menjalani masa perintisan hingga pengembangan selama 4 tahun sejak peresmian 15 Februari 2010, dibawah kepemimpinan, dibantu oleh jajaran direksi dan para kepala bidang serta staf dengan jumlah terbatas akhirnya pada tahun 2012 Gedung EF difungsikan dengan jumlah 200TT.


  • 07 April 2012 : Peresmian pusat kanker dan trauma RS Unhas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Dr.Ir.Mohammad Nuh, DEA.
  • 14 Maret 2013 : operasional layaan Hemodialisa, dan selanjutnya diresmikan pada 26 Juni 2014 dengan 13 alat Hemodialisa.
  • April 2013 : operasional layanan Kemoterapi
  • 30 Oktober 2013 : peresmian dan opersional Laboratorium Patologi anatomi
  • 28 November tahun 2013 : deklarasi penerapan sistem akrediasi KARS dan JCI secara meneyeluruh di RS Unhas
  • 10 Desember 2013 : penetapan Rumah Sakit Kelas B berdasarkan Kementrian Kesehatan RI.
  • 17 Desember 2013 : penerbitan surat izin operasional tetap RS Unhas
  • 3 Maret 2014 : operasional layanan Radioterapi
  • 21 Juni 2014: Peresmian ruang Pelayanan Dan Pendidikan Telemedika Kawasan Timur Indonesia RS. UNHAS, oleh wakil Menkes RI Prof.dr.Ali Ghufron Mukti,M.Sc,Ph.D

Rumah sakit Unhas sebagai wahana pendidikan telah memfasilitasi penyelenggaraan pendidikan dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Fakultas non Kesehatan Universitas Hasanuddin, bahkan Pelaksanaan praktek di luar Universitas Hasanuddin. Berikut data peningkatan jumlah peserta didik pendidikan kedokteran Universitas Kedokteran yang telah difasilitasi di RS Unhas.

  • Alat radioterapi meliputi pesawat Linac, CT+ Gamma Camera.
  • Alat Radiodiagnostik meliputi CT scan 128 Slices
  • Alat bagian mata meliputi Facoemulsifikasi,biometri scanner.
  • Alat CSSD/Laundry meliputi washer extractor type SC 60 MN2,mesin pengering speed queen type ST 075,Roll Ironer Danube Type D 160 GAS.
  • Alat Laboratorium Patoligi Klinik meliputi Vitec 2 compact,Phoenix
  • Alat Obgyn : USG GE Logiq P6
  • Alat bagian saraf :Trans Cranial Doppler (TCD)

B. Periode Prof. Dr. Alimin Maidin, MPH (2014- 2016)

Sebagai direktur Utama Rumah Sakit Universitas Hasanuddin yang kedua, Prof. Dr. Alimin Maidin, Mph. melanjutkan estafet kepemimpinan pada 8 Desember 2014 hingga Mei 2016. Melanjutkan program pembangunan Gedung BC yang tidak selesai di tahun 2013.


  • Peresmian pelayanan mata untuk pediatric eyes center kerjasama Orbis.
  • Dan penyelesaian pembangunan ruang IGD RS Unhas di Ged BC.

C. Periode Dr.Andi Fachruddin,Sp.PD-KHOM (02 Mei 2016-sekarang)

Dr.Andi Fachruddin, Sp.PD-KHOM merupakan Direktur Utama Rumah Sakit Universitas Hasanuddin yang ketiga memulai proses kepemimpinan pada 2 Mei 2016 hingga saat ini. Melanjutkan pembangunan RS yang tidak dapat diselesaikan tahun sebelumnya. Melanjutkan dan meningkatkan kerjasama medis dan non medis (korporasi, asuransi, alkes, pendidikan, dll