Rumah Sakit Pendidikan Universitas Negeri Hasanuddin, meluncurkan alat Plasmapharesis di lantai dua ruang ICU, RS Pendidikan Unhas, Makassar, Jumat (1/2/2019).

Peluncuran alat dengan ujicoba penggunaan alat.

Hasilnya, untuk kali pertama di kawasan Indonesia Timur, RS Pendidikan Unhas berhasil tindakan Plasmapharesis untuk kasus neurologis.

Penyakit neurologis berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh atau imunologi yang dikenal sebagai penyakit Autoimun.

Contohnya, penyakit Guillain Barre Syndrome (GBS), Miasthenia Gravis (MG), Chronic Inflammatory Demyelinating Polineuropathy (CIDP), dan beberapa jenis penyakit lainnya.

Penyakit jenis neurologis terjadi karena adanya kekebalan tubuh yang seharusnya menyerang kuman (bakteri, virus, parasit, dan lain sebagainya), akan tetapi menyerang bagian tubuh sendiri.

Gejala penyakit neurologis itu juga dapat berupa kelemahan kedua tungkai secara perlahan-lahan yang menjalar ke kedua lengan misalnya pada GBS, kelemahan pada otot mata, wajah, dan badan yang diperberat oleh aktivitas pada MG. Serta adanya kelemahan anggota gerak yang berlangsung perlahan-lahan dan kronis seperti CIDP.

Prinsip kerja alat Plasmapharesis adalah dengan membuang antibodi yang kotor dalam tubuh dan menggantinya dengan antibodi yang sehat.

Plasmapharesis digunakan untuk menangani kasus seperti GBS, MG yang mengalami sering berulang atau mengalami perburukan, serta CIDP.

Plasmapharesis harus dilakukan secara hati-hati pada pasien dengan gangguan ginjal, gangguan hati, serta pasien dalam kondisi vital (hemodinamik) tidak stabil. Plasmapharesis biasanya dilakukan selama satu hingga dua jam.
“Alhamdullilah kami telah menciptakan sejarah dengan melakukan Plasmapharesis yang pertama kali pada pasien Miasthenia Gravis dan kami berharap penyakit autoimun lainnya yang berhubungan dengan neurologi dapat dilakukan hal yang serupa sehingga pasien-pasien kami dapat tertangani secara maksimal.” ujar KPS Neurologi FK Unhas, Dr dr Andi Kurnia Bintang.

Sebenarnya penanganan lainnya pada kasus autoimun kata Dr dr Andi Kurnia Binta, bisa menggunakan IVIG (Intravenous Immuno Globulin).

Namun sering sekali penggunannya terbatas karena mahal, sehingga diperlukan penanganan lain yang lebih efektif dan lebih murah seperti tindakan Plasmapharesis.

Namun, tindakan Plasmapharesis belum tercover BPJS.

Sementara Ketua SMF Neurologi Dr dr Yudy Goysal Sp S(K), mengungkapkan, penggunaan IVIG pada kasus yang serupa dapat menghabiskan dana sebesar Rp100 hingha Rp 200 juta selama lima hari.

Sedangkan tindakan Plasmapharesis hanya memghabiska dana Rp 15 hingga Rp 20 juta, untuk sekali tindakan yang biasanya pasien memerlukan dua hingga kali tindakan.

“Sehingga kami berharap pihak BPJS bisa mempertimbangkan untuk mengcovernya. Karena kami berharap pasien kami dapat tertangani secara maksimal sehingga dapat meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat Indonesia pada umumnya khususnya di wilayah Indonesia Timur.” ujar Dr dr Yudy Goysal Sp S(K).

Terpisah, Direktur Pelayanan Penunjang dan Sarana Medis RS Unhas dr Nur Surya Wirawan, M Kes, Sp An-KMN, mengungkapkan, pihaknya terus berbenah agar dapat memberikan layanan maksimal kepada masyarakat.

“Kami berubah untuk berbenah Rumah Sakit Unhas. RS Pendidikan Unhas bukanlah berarti anda dilayani oleh orang yang sementara pendidikan, melainkan anda dilayani oleh expert-expert di bidangnya masing-masing, sambil expertnya mendidik residen dan peserta didik lainnya.

“Jadi kata pendidikan dalam RS Pendidikan maksudnya dalam arti lebih luas lagi, misalnya pasien yang sambil menunggu antrian, kami bawa ke Lounge untuk diedukasi layanan hidup sehat, setiap hari berganti judul, dilakukan oleh pakar-pakar, serta profesor-profesor dimana beliau sangat expert di bidangnya masing-masing,” ujar dr Nur Surya Wirawan.

Selain itu, menurut dr Nur Surya Wirawan, RS Pendidikan Unhas pun sudah mengikuti revolusi industri 4.0 dengan melakukan digitlaisasi layanan rumah sakit.

“Salah satu contonya aplikasi basis android home care, nyeri kanker, geriatri, dan paliatif. Serta untuk antrian rawat jalan, cukup lewat SMS ke nomor 081380200600,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *